Arsenal Masih Jadi Raja Bola Mati
2026-01-23 10:47:59 By Anthem
Setiap musim baru Premier League berjalan, satu cerita lama kembali terulang, yaitu lawan Arsenal sibuk mencari cara menghentikan tendangan sudut mereka, dan sebagian besar tetap gagal. Situasi bola mati ini terus menjadi sumber keunggulan nyata bagi tim London Utara tersebut.
Data efektivitas sebenarnya hanya menguatkan kesan di lapangan. Arsenal kembali berada di papan atas liga dalam urusan gol dan expected goals dari corner, melanjutkan tren yang sudah terbentuk selama beberapa musim terakhir.
Pertanyaannya pun bergeser. Jika semua orang sudah tahu Arsenal sangat berbahaya dari tendangan sudut, bagaimana sebenarnya lawan-lawan mereka mencoba bertahan, dan mengapa upaya itu kerap tidak cukup?
Dalam beberapa musim terakhir, Arsenal di bawah asuhan Mikel Arteta telah menunjukkan kemampuan mengeksploitasi hampir semua pendekatan bertahan di situasi corner. Baik skema zonal murni maupun penjagaan satu lawan satu sama-sama pernah menjadi korban.
Situasi itu mendorong banyak tim beralih ke pendekatan campuran, yaitu mengombinasikan zonal dan man-marking.
Salah satu variasi paling mencolok adalah meninggalkan satu atau dua penyerang di area tengah saat Arsenal mendapat corner, sebuah pendekatan yang sempat digunakan Monaco dan Brighton musim lalu, lalu diikuti Olympiacos dan Chelsea musim ini.
Secara teori, pendekatan tersebut memberi ancaman serangan balik dan memaksa Arsenal lebih berhati-hati. Namun, dengan jumlah pemain bertahan di kotak penalti yang berkurang, ruang justru terbuka lebih lebar bagi pemain Arsenal untuk menyerang bola.
Masalah utama dari meninggalkan pemain di depan bukan hanya soal efektivitas yang sulit dibuktikan karena sampel terbatas. Risiko terbesar justru muncul di dalam kotak penalti sendiri, ketika Arsenal mendapat lebih banyak ruang untuk memaksimalkan pergerakan mereka.
Presisi pengiriman bola dari Declan Rice dan Bukayo Saka membuat setiap celah menjadi berbahaya. Arsenal juga piawai memanipulasi struktur lawan, memancing bek keluar dari zona lalu menyerang ruang yang ditinggalkan.
Dalam konteks ini, pertukaran risiko yang mungkin masuk akal saat menghadapi tim lain menjadi jauh lebih berbahaya ketika berhadapan dengan Arsenal. Detail kecil yang terlewat sering kali cukup untuk berujung peluang bersih.
Sedang Tayang
🔥 Populer